Prodi Magister Ilmu Al-Qur'an
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PADA JABATAN PUBLIK MENURUT TAFSIR AL-MISBAH
XMLPenelitian dilatar belakangi pro-kontranya jabatan publik yang masih sering terjadi dimasyarakat muslim, faktanya telah banyak tokoh perempuan yang menduduki jabatan publikdengan sukses. Menarik untuk mencari tahu bagaimana pandangan M. Quraish Shihabmerespon problematika tersebut. Penelitian ini difokuskan pada tiga tujuan: (1) Mengetahuikedudukan perempuan menurut tafsir al-Misbah, (2) mengalisis kepemimpinan perempuanmenurut tafsir al-Misbah, (3) mengeksplorasi kepemimpinan perempuan pada jabatan publikmenurut tafsir al-Misbah. Tesis ini merupakan hasil studi tokoh untuk memperoleh pemahamanyang komprehensif tentang pemikiran, gagasan, konsep, dan teori seseorang yang ditelitinya.Sumber primer merujuk pemikiran Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah,dikuatkan dengan sumber lain yang relevan. Objek penelitian tentang pemimpin perempuanpada pejabat publik.Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa : (1) Quraish Shihab mendudukanperempuan memiliki kesetaraan dengan laki-laki walau cenderung belum sepenuhnyamenyetarakan dan mensejajarkan laki-laki dan perempuan, namun mereka setara dan samakedudukannya sebagai manusia dan hamba Allah serta dalam kehidupan sosial masyarakat,tetapi peran dan fungsinya tidak harus sama persis. Perubahan peran dan fungsi tersebutmerupakan suatu hubungan struktural fungsional yang saling melengkapi sebagai mitrasederajat, sehingga terciptalah suatu sistem dan hubungan yang harmonis menuju ketakwaanbersama, 2) Kepemimpinan wanita berdasarkan kitab Tafsir Al-Mishbah melalui penafsiranayat-ayat Al-Quran yang memuat topik kepemimpinan wanita, menunjukkan bahwa wanitamempunyai hak yang sama dengan laki-laki untuk menjadi pemimpin. Laki-laki merupakanpemimpin mutlak bagi wanita hanya dalam urusan rumah tangga. Di samping isu-isu tersebut,perempuan dapat menjadi pemimpin, baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan lainnya,asalkan ia memiliki keterampilan pada pekerjaan atau wilayah yang dipimpinnya., (3) QuraishShihab berpendapat Allah SWT telah memberikan keterampilan dan potensi memadai bagi priadan wanita untuk menanggung beban dan tanggung jawab. Hal ini memungkinkan merekauntuk melakukan berbagai aktivitas umum dan khusus, sehingga perempuan mempunyaikesempatan sama dengan laki-laki untuk menjadi pemimpin di ruang publik. Quraish Shihabberpendapat bahwa beberapa ayat dalam Al-Quran sebenarnya memberikan pembenaran bagikemampuan perempuan untuk memainkan peran di ruang publik seperti laki-laki. Menurutnya,kisah Ratu Balqis dalam Al Quran sejatinya menjadi pelajaran bahwa perempuan pun bisamemimpin negara dengan baik dan adil.
Kata Kunci: Kepemimpinan Perempuan, Jabatan Publik, Tafsir Al-Misbah
Detail Information
| Item Type |
Tesis
|
|---|---|
| Penulis |
Mustika Septi Handini - Personal Name
|
| Student ID |
1221.30.1.21
|
| Dosen Pembimbing |
Dr. Lilik Rochmad Nurcholisho, Lc., MA. - - Dosen Pembimbing 1
Dr. Maurisa Zinira, S.Th.I.,M.A - - Dosen Pembimbing 2 |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
76131
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Universitas Sains Al-Qur'an : Wonosobo., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







