<![CDATA[MAKNA CINTA (Al-h }ubb ) DALAM AL-QUR’AN Q.S AL-BAQARA>H AYAT 165]]> AHMAD FARKHAN ANNAFIK Pengarang Dr. Maurisa Zinira, S.Th.I.,M.A Dosen Pembimbing 1 Hilmy Pratomo, Lc., M.Ag Dosen Pembimbing 2 Arif Al-Wasim, S.Pt., M.S.I. Penguji 2 Dr. M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I Penguji 1 Dr. Maurisa Zinira, S.Th.I.,M.A Ketua Penguji
Al-Qur'an adalah kitab yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril. Kitab suci ini memiliki kandungan sastra yang sangat tinggi. Salah satu aspek yang menarik perhatian penulis adalah makna dari kata "h }ubb." Dalam Al-Qur'an, kata ini muncul sebanyak 95 kali dan telah disebutkan dalam 35 surat. Mah }abbah, yang sering diartikan sebagai cinta, berasal dari kata bahasa Arab " ah}abba- yuh \ibu- mah }abbatan," yang berarti kasih sayang atau cinta yang mendalam. Dalam konteks istilah, mahabbah merujuk pada cinta yang sangat dalam, terutama dalam hubungan spiritual dengan Pencipta alam. Dalam ilmu tasawuf, mah }abbah diartikan sebagai kondisi jiwa yang tinggi, di mana seorang hamba menyaksikan kepastian Allah, dan kemudian orang yang dicintai juga mengungkapkan cinta kepada yang mengasihinya. Mengingat betapa pentingnya konsep cinta dalam mencapai derajat tinggi dalam tasawuf, penelitian ini bertujuan untuk mendalami pandangan dua tokoh sufi, yaitu Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Z\u> Nu>n Al-Mis}ri> mengenai cinta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan. Metode yang digunakan adalah teori komparatif, yang bertujuan untuk membandingkan penafsiran dua tokoh mengenai makna cinta. Sumber utama dari penelitian ini adalah dua tafsir yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Z \u> Nu>n Al-Mis}ri.> Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, antara lain: Penafsiran mengenai makna cinta, yaitu h }ubb, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah memberikan perhatian pada keseimbangan antara cinta dari makhluk dan cinta Tuhan, karena ia berpendapat bahwa kecintaan hamba adalah manifestasi dari cinta Tuhan kepada hamba, yang pada gilirannya mencerminkan perwujudan kecintaan kepada Tuhan. Penafsiran menurut Z\u> Nu>n Al-Mis}ri> menyatakan bahwa cinta adalah suatu keadaan totalitas kepada Allah yang diwujudkan melalui pelaksanaan semua perintah-Nya, berserah diri sepenuhnya kepada Allah, serta mengosongkan diri dari segala sesuatu selain Allah. Kata kunci : Cinta, Tafsir, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, ZuNun Al-Misiri >