ISTIFAIYAH
Pengarang
Sawaun, Alh., S.Th.I., M.Hum
Dosen Pembimbing 1
Hilmy Pratomo, Lc., M.Ag
Dosen Pembimbing 2
Sawaun, Alh., S.Th.I., M.Hum
Ketua Penguji
Ahmadiy, S.Th.i., M.Hum
Penguji 2
Dr. Lilik Rochmad Nurcholiso, Lc., M.A
Penguji 1
Kisah Ha>ru>t dan Ma>ru>t sebagaimana disebutkan dalam sura
>h al-
Baqarah ayat 102, yang mengandung beragam penafsiran, baik dari ulama
klasik maupun kontemporer. Fokus penelitian ini adalah menganalisis tafsi
>r
M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah, dengan pendekatan kontekstual
dan kebahasaan, serta mengidentifikasi bagaimana tafsir ini menyikapi kisah
Isroiliyat dalam menafsirkan al-Qur’a>n.
Penafsiran Quraish Shihab menegaskan bahwa Ha
>ru>t dan Ma>ru>t adalah
malaikat yang diturunkan Alla
>h di Babil untuk memberikan peringatan kepada
manusia tentang bahaya sihir. Mereka mengajarkan sihir sebagai ujian, bukan
untuk disalahgunakan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tuduhan
terhadap Nabi
> Sulaima
>n sebagai pelaku sihir adalah bentuk propaganda setan
untuk menyesatkan umat manusia. Sihir dipahami sebagai kemampuan yang
samar dan manipulatif, yang hanya dapat berfungsi dengan izin Alla
>h.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
kepustakaan (library research), menggunakan data primer dari Tafsir alMisbah
dan sumber sekunder dari literatur lain yang relevan. Analisis
dilakukan melalui metode deskriptif-analitik, dengan pendekatan studi tokoh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab memberikan
penafsiran yang moderat dan rasional, yang relevan dengan konteks sosial
modern. Pendekatan beliau yang kritis terhadap kisah-kisah Isra
>iliya
>t juga
menjadi salah satu keunggulan Tafsir al-Misbah dalam memberikan
pemahaman mendalam tentang kisah Ha>ru>t dan Ma>ru>t. Penafsiran ini
memberikan pelajaran tentang pentingnya memahami perbedaan antara sihir
dan mukjizat, serta mengingatkan umat Islam untuk menjauhi hal-hal yang
dapat merusak akidah.
Kata Kunci: Ha>ru>t dan Ma>ru>t, Tafsir al-Misbah, Isra>iliya>t, Quraish Shihab