<![CDATA[AL-ISRAILIYAT DALAM SURAT AL-KAHFI AYAT 9-12:]]> MURNI Pengarang Dr. H. Asyhar Kholil, Lc., M.A. Dosen Pembimbing 1 Nura Fajria,L.C.,M.Ag Dosen Pembimbing 2 Dr. Asyhar Kholil, Lc., MA Penguji 1 Sawaun, Alh., S.Th.I., M.Hum Penguji 2 Dr. Maurisa Zinira, S.Th.I.,M.A Ketua Penguji
Kisah-kisah dalam Al-Qur’a >n memiliki peran yang sangat penting dalam melengkapi kandungan Al-Qur’a >n. Namun, terdapat beberapa kisah yang detailnya tidak disebutkan secara jelas, sehingga para mufassir sering kali merujuk pada riwayat Ahli Kitab, yang dikenal sebagai Isra >iliyya >t. Salah satu mufassir terkenal adalah Ibnu Jari >r At }-T {abari >, yang menafsirkan Al-Qur’a>n dengan mengumpulkan berbagai riwayat tanpa memisahkan antara yang s }ah }i >h } dan tidak s }ah }i >h. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjadikan kepustakaan sebagai sumber data utama. Kajian ini menganalisis berbagai riwayat yang dikumpulkan oleh At }-T{abari > dalam tafsirnya terhadap Al-Qur’a >n Surat Al-Kahfi ayat 9-12. Setiap sanad yang disampaikan oleh At }- T{abari > menyajikan bukti berupa perawi-perawi, sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini berfokus pada latar belakang para perawi, khususnya terkait sifat adil, s \iqqah, dan d}abit } mereka. Penelitian ini menganalisis riwayat Isra>iliyya>t dalam tafsir At }-T}abari > terhadap Surat Al- Kahfi ayat 9-12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran lafaz } raqi>m memiliki tiga makna utama, yaitu sebagai sebuah desa, Al-Kitab, dan bukit tempat gua As}h}a>bul Kahfi, dengan derajat sanad yang h}asan. Namun, terdapat riwayat yang menakwili nama bukit dengan nama Banajlus yang tergolong d}a’i>f karena kelemahan perawi tertentu. Sementara itu, penakwilan lafaz } Ayy Al-Hizbai>n juga dinilai h}asan. Kajian ini menggunakan teori H}usain Az }- Z}ahabi> dalam menilai perawi-perawi Isra>iliyya>t yang masyhur dalam riwayat At }-T}abari>. Kata Kunci: Riwayat, At }-T{abari, Isra>iliyya>t