<![CDATA[Penafsiran Ayat-ayat Qasam bil Waqti Juz ‘amma Perspektif Muhammad Sayyid Tanthawi dalam Tafsir Al-Wasith]]> Arifa Qothrunnada Pengarang Dr. Lilik Rochmad Nurcholisho, Lc., MA. Dosen Pembimbing 1 Hilmy Pratomo, Lc., M.Ag Dosen Pembimbing 2 Arif Al-Wasim, S.Pt., M.S.I. Penguji 2 Sawaun, Alh., S.Th.I., M.Hum Ketua Penguji Dr. M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I Penguji 1
Qasam adalah uslu >b dalam Al-Qur’an yang berfaedah menguatkan dan memantapkan kebenaran perkataan kepada orang yang diajak bicara. Qasam dalam ulu >mul qur’a >n disebutkan dalam bentuk fi’il qasam yang berupa aqsama atau ah }lafa yang dimuta’adikan dengan huruf-huruf qasam yaitu ba’, wawu, dan ta’ guna untuk meringkas kalam. Unsur-unsur qasam antara lain yaitu ada >t qasam yang berupa fi’il qasam maupun huruf qasam, muqsam bih atau kata yang dijadikan sumpah, dan muqsam ‘alaih berupa jawa >b qasam untuk menguatkan muqsam bih. Sumpah-sumpah dalam Al-Qur’an banyak yang berhubungan dengan waktu antara lain waktu malam atau lail, siang atau nahar, waktu dhuha, waktu asar, dan lain-lain. penelitian ini menggunakan metode tematik (maudhu’i) yaitu mengumpulkan ayat-ayat yang sama tentang qasam waktu dalam Al-Qur’an khususnya dalam juz ‘amma. Dalam Tafsir AlWasith, Sayyid Tanthawi mengatakan adanya sumpah-sumpah Allah yang menggunakan waktu merupakan salah satu bentuk kekuasaan Allah atas PenciptaanNya. Oleh karena itu, waktu merupakan hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Waktu dijadikan sumpah dalam Al-Qur’an berarti hal tersebut merupakan sesuatu yang mulia dan agung hingga disebutkan khusus oleh Allah sebagai petunjuk dan pelajaran yang perlu di tadabburi oleh manusia. Kata kunci: Al-Qur’an, Qasam, Waktu, Tafsir Al-Wasith.