<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5025">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERSPEKTIF JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA  PEMILU MENURUT UU RI NO 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILU]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADINA AZARIA HAFIZ</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Linda Ikawati, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nila Amania, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ika Setyorini, S.H., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Linda Ikawati, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Herman Sujarwo, SH., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Wonosobo]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Ilmu Hukum]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia merupakan manifestasi dari demokrasi dan 
penerapan Pancasila, yang diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik 
Indonesia 1945. Pemilu berfungsi sebagai sarana memilih wakil rakyat, baik 
legislatif maupun eksekutif, dari tingkat pusat hingga daerah. Sejak Pemilu pertama 
pada 1955 hingga Pemilu serentak 2019, sistem Pemilu di Indonesia telah 
mengalami berbagai perubahan signifikan, baik dalam kerangka hukum, 
kelembagaan, maupun manajemen pelaksanaan. Keberhasilan Pemilu sering diukur 
dari tingkat partisipasi politik masyarakat, yang mencerminkan tingkat keterlibatan 
warga negara dalam proses demokrasi. 

Dalam pelaksanaan Pemilu, penting untuk menjaga integritas dan profesionalitas
penyelenggara melalui tiga lembaga utama: KPU, Bawaslu, dan DKPP. Namun,
pelanggaran terhadap ketentuan Pemilu, termasuk tindak pidana Pemilu, sering
terjadi. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah pelanggaran yang dilakukan 
oleh anggota KPU Kabupaten Wonosobo, Riswahyu Raharjo, yang
menguntungkan salah satu peserta Pemilu selama masa kampanye. Penelitian ini
mengkaji perspektif Jaksa Penuntut Umum dalam menangani tindak pidana Pemilu
dan peran hukum dalam menjaga keadilan serta integritas Pemilu. 
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan 
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah pada kasus
tindak pidana Pemilu di Kejaksaan Negeri Wonosobo. Penelitian ini menemukan 
bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana Pemilu dapat dilakukan melalui
delik formil, yang menekankan pada tindakan melanggar hukum tanpa
memperhatikan akibatnya. Dalam konteks ini, pemidanaan bertujuan untuk 
mencegah pelanggaran serupa di masa depan dan menjaga kredibilitas Pemilu. 
Dengan menggunakan teori pemidanaan gabungan, diharapkan dapat tercapai 
tujuan menjaga integritas demokrasi, melindungi hak pemilih, dan memastikan
Pemilu yang adil. 
 
Kata kunci: Tindak Pidana Pemilu, Integritas Pemilu, JPU</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Ilmu Hukum]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2021090047]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241223]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5712" url="" path="/Skripsi_2021090047 _Adina Azaria Hafiz.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_2021090047 _Adina Azaria Hafiz]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[ADINA_AZARIA_HAFIZ.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5025]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-29 15:25:42]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-29 15:25:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>