<![CDATA[ANALISIS SEMIOTIKA TEKNIK DUBBING DALAM MEMBANGUN KARAKTER ISABELA DALAM FILM ENCANTO]]> Putri Farkha Adilla Rakhma Pengarang Drs.Moh.Amin,M.Pd Dosen Pembimbing 2 Dr.H.Sukawi.M.A Dosen Pembimbing 1 Drs. H. Z. Sukawi, M.A Penguji 1 Drs. Moh. Amin,M.Pd.I Ketua Penguji
Film animasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri hiburan. Film animasi juga sering kali membawa pesan moral dan sosial yang mendalam. Untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut, dibutuhkan karakter. Agar karakter tersebut terasa hidup, diperlukan penokohan. Karakterisasi sebuah tokoh tidak hanya dapat dibentuk melalui jalan cerita, tetapi juga melalui teknik sulih suara. Penelitian ini menganalisis dan membahas bagaimana teknik sulih suara berperan dalam membangun karakter Isabela dari film Encanto dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam. Dengan menggunakan teori semiotika, penelitian ini akan menganalisa volume, nada, intonasi, emosi, gaya bicara, mimik wajah, gesture, dan tempo dari Isabela versi Bahasa Indonesia. Data penelitian yang digunakan adalah suara Isabela dalam Bahasa Indonesia dan hasil wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah teknik sulih suara yang dikelompokkan berdasarkan trikotomi Peirce yang dibagi menjadi tiga, yaitu representamen, objek, dan interpretant yang menunjukkan aspek volume, nada, intonasi, gerak, mimik wajah, gesture, dan tempo yang digunakan oleh pengisi suara Indonesia sangat berpengaruh dalam mempengaruhi persepsi penonton dalam menilai karakter Isabela. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisa tanda apa saja yang muncul dan merepresentasikan isu-isu sosial yang ada di masyarakat. Kata kunci; Sulih Suara, Semiotika, Film Animasi, Penokohan.