<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4060">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PANDANGAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM TENTANG  PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN POLIGAMI SATU ATAP  (Studi Tokoh Pengasuh Pondok Mamba’ul Hasanah di Desa Ketitang Kecamatan Jumo  Kabupaten Temanggung)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M Ariq Naufal Rifqi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ika Setyorini, S.H., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Herman Sujarwo, SH., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr.Reni Nur Aniroh, S.H., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Wonosobo]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Ilmu Hukum]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya perkawinan poligamimonogami dimana dalam perkawinan ini suami menempatkan istrinya dalam saturumah, biasanya jika seseorang berpoligami ia menempatkan istrinya di rumah yangberbeda. Penelitian ini mengkaji tentang pandangan hukum positif dan hukumIslam terhadap hak dan kewajiban poligami monogami di Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Selain permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada topik berikut: Bagaimana pelaksanaan hak dankewajiban poligami monogami di Pondok Mamba'ul Hasanah, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung?; Bagaimana analisis hukum Islam danhukum positif terhadap pemenuhan hak dan kewajiban poligami satu atap diPondok Mamba'ul Hasanah Desa Ketitang Kecamatan Temanggung KecamatanJumo? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis melakukan jenis penelitianlapangan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa analisis hukum poligami monogami di Pondok MambaulHasanah, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Wilayah Temanggung, bila dikaji darisudut pandang fiqih perkawinan yang menetapkan monogami. Poligamidiperbolehkan secara hukum sepanjang suami mendapat izin atau persetujuan dariistri pertama dan keduanya saling rukun dalam satu rumah dan tidak menimbulkankerugian di antara kedua keluarga. Sedangkan di Pondok Mambaul Hasanah, DesaKetitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, terdapat analisis hukumpoligami tunggal jika dilihat dari ketentuan UU Majelis Islam tentang keabsahandokumen persyaratan izin poligami. tidak bisa mengatakan itu benar. dicapai Sebab, laki-laki melakukan perkawinan poligami secara siri sehingga melemahkanperlindungan hukum formal terhadap istri kedua dan anak dari istri kedua. Dalamhal ini perempuan tidak dapat menuntut haknya yang sah, apalagi anak perempuanlain, terhadap suaminya atau melawan undang-undang yang mengatur tentang hakdan kewajiban poligami. Sebaliknya jika dilihat secara sosial, undang-undangtersebut tidak sejalan dengan efektifitas dan kepastian hukum karena ada duakeluarga yang tidak mengikuti aturan pasal 3, 4, dan 5 UU Perkawinan. 1/1974, yang perkawinannya dibubarkan tanpa izin Pengadilan Agama atau tanpapencatatan perkawinan. Dari segi hukum formal, pelaku poligami dapat dianggapsebagai orang yang tinggal bersama atau berzina karena tidak adanya bukti hukum.
Kata kunci : hukum Islam, hukum positif, hak, kewajiban, poligami satu atap.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Ilmu Hukum]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2017060005]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240711]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4750" url="" path="/Skripsi_20170600032_M Ariq Naufal Rifqi.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_20170600032_M Ariq Naufal Rifqi]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[M.Ariq.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4060]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-28 11:29:53]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-28 11:29:53]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>