<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3836">
<titleInfo>
<title><![CDATA[EKSISTENSI KYAI DALAM BERDAKWAH DI ERA PANDEMI DI PONPES AL-QUR’ANIYAH KABUPATEN INDRAMAYU]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Septi Halwa Annada</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Robiah Adawiyah,Alhz,S.Sos.I,M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Drs. Moh. Amin,M.Pd.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Siti Robiah Adawiyah,Alhz,S.Sos.I,M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Wonosobo]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Komunikasi & Penyiaran I]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dakwah merupakan seruan kepada umat manusia untuk menuju kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dalam rangka memperoleh kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat. Karena itu, dakwah memiliki pengertian yang luas.Dalam kegiatan dakwah, setidaknya ada tiga komponen, yaitu pelaku dakwah (pendakwah), pesan dakwah, dan sasaran dakwah (mitra dakwah). Masing-masing makna tersebut juga menunjukkan hubungan searah.Kyai adalah orang yang memiliki ilmu agama (Islam) juga memiliki amal dan akhlak yang sesuai dengan ilmunya.Para kyai dengan kelebihan pengetahuanya dalam islam, sering kali dilihat orang yang senantiasa dapat memahami keagungan Tuhan dan rahasia alam, hingga dengan demikian mereka dianggap memiliki kedudukan yang tidak terjangkau, terutama oleh kebanyakan orang awam. Berdasarkan persoalan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kyai dapat mempertahankan eksistensinya dalam berdakwah di era pandemi di ponpes Al-Qur’aniyah kabupaten Indramayu, dakwah kyai di era pandemi di Ponpes Al-Qur’aniyah Kabupaten Indramayu. Metode yang dipakai di observasi ini adalah metode kualitatif deksriptif, serta pengumpulan data melalui wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Di ponpes Al-Qur’aniyah kyainya tetap mempertahankan eksistensi dakwahnya seharusnya tidak menghalangi aktivitas dakwahnya, justru sebaliknya, harus dijadikan kesempatan untuk kyai menggunakan metode yang baru, Kegiatan dakwah untuk tetap eksis tetapi sangat membutuhkan media, dalam hal ini media berupa internet dan aplikasi sosial media merupakan pilihan yang tepat, dikarenakan sosial media masih menjadi aplikasi yang paling sering digunakan,Strategi kyai di ponpes Al-Qur’anyah kabupaten Indramayu saat masa pandemi ini menggunakan cara tatap muka dan luring (online), menggunakan media online juga hanya beberapa bulan saja disaat lagi marak-maraknya penyebaran virus corona, santri yang dari daerah dekat dianjurkan untuk tetap tatap muka dan untuk daerah yang masuk dalam zona merah tetap memakai media online seperti zoom dan google meet.

Kata kunci: Kyai, Dakwah, Pandemi</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Komunikasi dan Penyiaran Islam]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[70233]]></ministry><studentID><![CDATA[2018050036]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><departementID><![CDATA[Komunikasi dan Penyiaran Islam]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4455" url="" path="/Skripsi_2018050036_Septi Halwa Annada.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_2018050036_Septi Halwa Annada.pdf]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_18.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3836]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-02 13:26:58]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-02 13:26:58]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>