<![CDATA[TASBIH MAKHLUK HIDUP DI DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Tematik)]]> Ainun Putri Nurvitasari Pengarang Dr. M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I Dosen Pembimbing 2 Drs.H. Asmaji,ph.D Dosen Pembimbing 1 Dr. Mutho'am, S.H.I, M.S.I Penguji 1 Maurisa Zinira, S.Th.I., M.A. Penguji 2
Al-Qur’an merupakan sebuah mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. melalui perantara malaikat Jibril. Al-Qur’an dipelajari oleh setiap manusia, karena mempunyai makna yang fleksibel bagi siapapun yang mau mempelajarinya. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan library research (kepustakaan). Kajian tafsir tematik digunakan peneliti sebagai pisau untuk mengupas semua masalah-masalah yang menjadi ingin diketahui oleh penulis. Dalam alQur’an terdapat 114 surah, dengan cara menggelompokkan ayat-ayat dengan kata “tasbih” ialah kata dari “sabbaha” yang merupakan gabungan dati huruf (sin, ba’ dan ha’) yang mempunyai beberapa makna, diantaranya: Al-bud’u yang mempunyai arti “jauh, Ab’ada fi al-sair yang mempunyai arti “menjauh dalam hal perjalanan, Al-jari wa al-marra al-sari’ yang mempunyai arti “ berlari dan berlalu dengan cepat”, dan Al-‘aum yang mempunyai arti “ berjalan di atas air atau terapung”. Secara umum kata “tasbi>h” didalam al-Qur’an mempunyai arti “altanzi>h” ialah mensucikan Allah dari segala hal yang tidak layak atau tidak pantas pada zat dan sifat-Nya yang dilakukan oleh manusia baik dalam perkataan, hati maupun perbuatan. Kemudian makhluk-makhluk di alam semesta ini dikelumpokkan menjadi beberapa bagian, sebagai berikut: pertama Manusia sebagai makhluk hidup mukallaf (terbebani), kedua Burung sebagai makhluk hidup nonmukallaf, ketiga Gunung sebagai benda mati dan keempat Petir sebagai alam semesta. Makhlukmakhluk ini bertasbi