<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3642">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KEKUATAN SIDIK JARI SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (Studi Kasus di Polres Wonosobo)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Femagresvica Budya Winata</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ika Setyorini, S.H., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Herman Sujarwo, M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nurma Khusna Khanifa, S.H., M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Mutho'am, S.H.I, M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Wonosobo]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Ilmu Hukum]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tindak pidana pencurian merupakan salah satu fenomena kejahatan yang seringkali terjadi di masyarakat. Pelaku pencurian biasanya tidak hanya mengambil harta benda tetapi disertai juga dengan kekerasan yang menyebabkan luka terhadap korban. Setiap kejahatan yang terjadi akan meninggalkan bekas disuatu benda atau tempat. Salah satu bukti fisik yang umumnya tertinggal dari pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di tempat kejadian perkara adalah sidik jari. Proses penyidikan oleh Kepolisian dengan menggunakan sidik jari berpedoman pada teknik dan ilmu khusus (dactyloscopy). Penyelenggaran mengenai sidik jari pada penyidikan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan UndangUndang Nomor 2 Tahun 2002 serta dikuatkan dengan peraturan lainnya. Oleh karena itu sidik jari digunakan sebagai alat bukti untuk menemukan pelaku kejahatan. Penelitian ini menggunakan metode kualtitatif melalui pendekatan yuridis empiris. yang dianalisis secara deskriptif dengan melakukan penelitian terhadap kekuatan sidik jari dalam penyidikan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. menganalisis permasalahan yang telah dirumuskan dengan memadukan bahan-bahan hukum baik primer mapun sekunder dengan data primer yang diperoleh di lapangan yaitu kekuatan sidik jari sebagi alat bukti dalam penyidikan tindak pidana peencurian dengan kekerasan di Polres Wonosobo. Dengan metode tersebut maka hasil penelitian ini adalah pada proses penyidikan suatu tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Polres Wonosobo menggunakan bantuan ilmiah yaitu sidik jari. Pembuktian menggunakan sidik jari dinilai lebih otentik dan memiliki tingkat akurasi lebih tinggi. Agar dapat dijadikan sebagai bukti, sidik jari diidentifikasi melalui perbandingan atau pencocokan dengan file yang tersimpan di database Kepolisian. Keterangan atas sidik jari tersebut dimuat dalam berita acara pemeriksaan perbandingan sidik jari. Dengan demikian sidik jari memiliki kekuatan sebagai salah satu alat bukti surat sebagaimana tercantum dalam Pasal 187 KUHAP.

Kata kunci : penyidikan, sidik jari, alat bukti, pencurian dengan kekerasan</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Ilmu Hukum]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2017090009]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211220]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3993" url="" path="/Skripsi_2017090009_Femagresvica Budya Winata.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_2017090009_Femagresvica Budya Winata.pdf]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_15.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3642]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-24 10:17:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-24 10:17:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>