<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3544">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA WARIS SEBELUM MUWARIS MENINGGAL DUNIA DI DUSUN BOGELAN DESA SUKOREJO KECAMATAN MOJOTENGAH]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fajar Fitriyani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Reni Nur Aniroh, S.Sy., M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Mutho'am, S.H.I, M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Drs. Ahsin Wiiaya ,Alh., M.Ag</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Lutfan Muntaqo M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Wonosobo]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Hukum Keluarga]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Islam memandang bahwa pembagian harta peninggalan kepada yang berhak mewarisi adalah mewujudkan kasih dan sayang antara keluarga untuk menanggung dan saling menolong dalam kehidupan sesama keluarga. Karena itu Allah telah memberikan ketentuan-ketentuannya yang baik dan adil dalam AlQur’an yang dapat menimbukan kemaslahatan dalam keluarga. Hukum waris dapat diartikan hukum yang mengatur tentang peralihan harta kekayaan yang dilakukan seseorang yang meninggal serta akibat hukumnya bagi ahli warisnya. Dalam pelaksanaan peralihan harta warisan tersebut dilakukan atau diberikan setelah pewaris meninggal dunia sepertihalnya yang telah ditetapkan dalam hukum Islam. Namun pada masyarakat Dusun Bogelan sistem pembagian waris yang dilakukan adalam pembagian waris sebelum muwaris meninggal dunia. Berangkat dari masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; Bagaimanakah pelaksanaan pembagian harta waris di Dusun bogelan serta faktor apakah yang melatar belakanginya, dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap praktik pembagian harta waris sebelum muwaris meninggal dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitataif dengan teknik pengambilan kesimpulan menggunakan metode berfikir induktif. Hasil penelitian pada masyarakat Dusun Bogelan menunjukkan bahwa, praktik pembagian waris sebelum muwaris meninggal dunia sudah menjadi bagian dari kebiasaan yang senantiasa hidup dalam kehidupan masyarakat Dusun Bogelan mereka menganggap pembagian tersebut adalah pembaian warisan, sedangan dalam Hukum Islam bukan dikatakan sebagai warisan. Karena dalam hukum kewarisan Islam syarat utama dari hukum waris apabila pewaris telah meninggal dunia, dan dalam hukum kewarisan Islam sendiri tidak memperbolehkan pembagian harta waris pada waktu pewaris masih hidup. Jika terjadi hal seperti itu bukanlah harta waris yang dibagikan melainkan harta wasiat atau hibah dari seorang ayah kepada anaknya. Pembagian warisan oleh muwaris sebelum meninggal dunia pada masyarakat Dusun Bogelan merupakan cara adat dan kebiasaan dalam membagikan warisan kepada anak-anaknya dengan harapan untuk mendapatkan kemaslahatan dan menghindari konflik dalam keluarga.
Kata kunci : Hukum Islam, Waris Adat, Waris sebelum Muwaris Meninggal Dunia</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Hukum Keluarga]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[74230]]></ministry><studentID><![CDATA[2017060020]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum Keluarga]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3858" url="" path="/Skripsi_2017060020_Fajar Fitriyani.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_2017060020_Fajar Fitriyani.pdf]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_34.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3544]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-19 15:01:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-19 15:01:30]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>