<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3460">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PIUTANG BERSYARAT PERTANIAN KENTANG (Studi Kasus di Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar,  Kabupaten Wonosobo)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dhea Riska Ramadhani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Akmal Bashori, M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>H. Imam Ariono, SE., M.M.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. H. Machfudz Junaedi, M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Wonosobo]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Hukum Ekonomi Syariah]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Fenomena  hutang  piutang  yang  ada  di  masyarakat  tidak  jauh berbeda dari apa yang telah disyari’atkan dalam islam, seperti halnya yang terjadi di Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar,. Praktik hutang piutang disini terjadi antara pemilik modal dengan para petani kentang. Lazimnya pengembalian piutang biasanya menggunakan hal atau benda yang serupa dengan apa yang dipinjam. Namun disini pengembalian piutang tersebut dengan memperjualkan hasil dari pertanian kentang kepada pemberi modal pertama dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemodal (bakul) tersebut. Dengan berat hati para petani menyetujui persyaratan yang di tetapkan para pemberi modal karena mereka sangat membutuhkan modal tersebut.Pokok permasalahanya adalah, bagaimana praktit hutang piutang bersyarat pertanian kentang di Desa Jojogan Kecamatan Kejajar,dan Bagaimana Tinjauan Hukum Islam terhadap Piutang bersyarat pertanian Kentang di Desa Jojogan Kecamatan Kejajar. Adapun    jenis    penelitian    adalah    penelitian    lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sumber    data    sekunder.    Teknik    pengumpulan    data    menggunakan wawancara dan   dokumentasi.   Wawancara   dilakukan   kepada   pemberi modal  dan  petani.  Sedangkan  dokumentasi  dilakukan  di  Desa  Jojogan Kecamatan  Kejajar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik hutang-piutang bersyarat yang terjadi di Desa Jojogan Kecamatan Kejajar bersifat konsumtif Artinya,pertama petani yang berhutang kepada bakul kentang semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam menggarap lahan yang dimiliki petani, Bakul akan memberikan syarat kpada petani sebagai jaminan bagi petani yang berhutang supaya mereka tidak bermain-main dalam berhutang. Karena bakul kentang tidak meminta barang jaminan dari hutang ini. Kemudian, kedua, berdasarkan Hukum Islam, Dalam prakteknya di Desa Jojogan Kecamatan Kejajar hutang-piutang secara prinsip dapat diterima oleh Hukum Islam, tetapi dalalm akad hutang piutang tersebut menjadi rusak karena adanya persyaratan tersebut.
Kata kunci : hutang-piutang, piutang bersyarat, hukum Islam.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Hukum Ekonomi Syariah]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[74234]]></ministry><studentID><![CDATA[2016070030]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210816]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum Ekonomi Syariah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3776" url="" path="/Skripsi_2016070030_ Dhea Riska Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_2016070030_ Dhea Riska Ramadhani]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[4.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3460]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-14 09:22:08]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-14 09:22:08]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>