Khanifa
Pengarang
Ns. Ari Setyawati, M.Kep
Dosen Pembimbing 2
Ns. Ika Purnamasari, M.Kep
Dosen Pembimbing 1
Ns. Ari Setyawati, M.Kep
Penguji 1
Ns. Candra Dewi Rahayu.,M.Kep.
Penguji 1
Ns. Ika Purnamasari,M.Kep
Penguji 2
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit serebrovaskular, menjadi penyebab kematian terbanyak kedua dan kecacatan terbanyak ketiga di seluruh dunia. Pasien stroke mengalami kesulitan mengendalikan emosi, marah, sedih, dan tidak berdaya menurunkan semangat hidup dampak emosional berupa kecemasan. Kecemasan jika tidak diobati dapat menyebabkan beberapa efek samping. Salah satu terapi non farmakologi adalah terapi relaksasi nafas dalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pada pasien stroke. Metode: Penelitian Pre Experimental Designs dengan tipe One Group PretestPosttest Design. Penelitian ini melibatkan 35 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Responden diberikan terapi relaksasi nafas dalam selama 10 kali. Pengumpulan data menggunakan instrumen HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon Test. Hasil: Responden dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berusia > 65 tahun, mayoritas Pendidikan SD dan mayoritas lama stroke > 2 tahun. Tingkat kecemasan responden sebelum pemberian teknik relaksasi nafas dalam mayoritas menunjukan tingkat kecemasan berat dan menurun setelah dilakukan pemberian teknik relaksasi nafas dalam menunjukan tingkat kecemasan sedang. Hasil Uji Wilcoxon Test dengan p-value 0,000. Kesempulan: Terapi relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien stroke di Desa Siwuran Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo.
Kata Kunci: Kecemasan, Nafas Dalam, Stroke.