Prodi PGMI
PERAN PERMAINAN TRADISIONAL BENTENGAN DALAM MEMBANGUN KERJASAMA ANAK DI KAMPUNG BENER, WONOSOBO
XML
Skripsi ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana cara menerapkan permainan bentengan dalam membangun kerjasama pada anak usia 9-12 tahun di Kampung Bener; 2) Mengetahui peran permainan tradisional bentengan dalam membangun kerjasama pada anak usia 9-12 tahun di Kampung Bener; 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran permainan bentengan dalam membentuk kerjasama anak usia 9-12 tahun di Kampung Bener. Skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan. Penelitian kualitatif lapangan adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis dengan mengangkat data yang ada dilapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bener Kidul, Desa Bener, Kec. Kepil, Kab.Wonosobo. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawacara, observasi, dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik, dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan, penarikan, redukasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Penerapan permainan bentengan di Dusun Bener Kidul dilakukan dengan cara seperti: a) Masing-masing kelompok memilih tiang atau pilar yang dijadikan benteng. b) Pemain harus berusaha menyentuh anggota kelompok lawan agar mereka bisa dijadikan tawanan yang nantinya ditempatkan di dalam area aman; c) Pemain harus sering kembali menyentuh bentengnya; d) Pemain yang paling dekat waktunya menyentuh benteng berhak menjadi penawan untuk menyentuh anggota lawan yang hendak dijadikan tawanan; e) Pemenang adalah kelompok yang dapat menyentuh tiang atau pilar lawan sambil meneriakkan kata “benteng”. 2) Peran permainan bentengan dalam membangun kerjasama pada anak usia 9-12 tahun di Desa Bener terkhusunya di Dusun Bener Kidul, tingkat kerjasama anak berkembang sesuai harapan dan masuk kategori baik. Dalam kegiatan bermain bentengan anak-anak bias bekerjasama dengan baik dan menyelesaikan permainan dengan bersenang-senang bersama. Adapun implikasi dari adanya permainan bentengan ini dalam membangun karakter kerjasama pada anak bias berdampak positif terutama bagi kehidupan bermasyarakat mereka yang tercermin dalam gotong-roy ong di dalam lingkungan masyarakat; 3) Faktor pendukung dari permainan bentengan dalam membentuk rasa kerjasama pada anak usia 9-12 di Kampung Bener yakni karena generasi yang turun menurun mengajarkan permainan. Adapun faktor penghambat adalah perkembangan teknologi seperti anak cenderung kecanduan bermain HP yang sedikit demi sedikit melupakan permainan tradisional.
Kata kunci: Permainan Tradisional, Bentengan, Kerjasama
Detail Information
Item Type |
Skripsi
|
---|---|
Penulis |
Ridwanto - Personal Name
|
Student ID |
2019030211
|
Dosen Pembimbing |
Dr. Sri Haryanto, M.Pd.I - - Dosen Pembimbing 1
Sofan Rizqi, Alh., S.Pd.I.,M.Pd. - - Dosen Pembimbing 2 |
Penguji | |
Kode Prodi PDDIKTI |
86232
|
Edisi |
Published
|
Departement |
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
|
Kontributor | |
Bahasa |
Indonesia
|
Penerbit | Universitas Sains Al-Qur'an : Wonosobo., 2023 |
Edisi |
Published
|
Subyek | |
No Panggil | |
Copyright |
Individu Penulis
|
Doi |