Rifqi Gayuh Pradani
Pengarang
Ns. Ari Setyawati, M.Kep
Dosen Pembimbing 1
Ns.Sigit Cahyadi, S. Kep
Dosen Pembimbing 2
Ns. Ari Setyawati, M.Kep
Penguji 2
Ns. Fifi Alviana, MSN
Ketua Penguji
Ns.Sigit Cahyadi, S. Kep
Penguji 1
Latar Belakang: Resiko perilaku kekerasan adalah perilaku seseorang yang menunjukan bahwa ia dapat membahayakan diri sendiri, orang lain atau lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual, dan verbal. Resiko perilaku kekerasan yang tidak tertangani dapat menyebabkan resiko tinggi seperti melakukan ancaman, mencederai diri sendiri, melukai orang lain dan merusak
lingkungan sekitar. Orang dengan resiko perilaku kekerasan harus segera ditangani dan diberi penanganan yang tepat supaya tidak menimbulkan masalah yang lebih parah. Penatalaksanaan pada pasien resiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu farmakologis dan non farmakologis. Salah satu metode non farmakologis yaitu dengan menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi dan Tindakan keperawatan adalah alat yang digunakan sebagai panduan seorang perawat jiwa Ketika berinteraksi dengan klien.
Tujuan: Untuk memberikan asuhan keperawatan jiwa dengan gangguan resiko perilaku kekerasan secara optimal.
Metode Penelitian: Karya tulis ini menggunakan desain studi kasus deskriptif. Studi kasus dilakukan dengan melaksanakan asuhan keperawatan pada satu klien gangguan resiko perilaku kekerasan dengan melakukan Tindakan keperawatan strategi pelaksanaan di Wisma Antareja RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang
Hasil: Menunjukan bahwa dengan dilakukan Tindakan keperawatan strategi pelaksanaan diperoleh adanya perubahan perilaku pasien dapat mengatasai masalah resiko perilaku kekerasan.
Kesimpulan: Secara keseluruhan pasien mengalami perubahan perilaku menjadi lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan penurunan hasil kuisioner tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan, serta adanya perubahan perilaku pasien sebelum dan sesudah dilakukan Tindakan keperawatan.