<![CDATA[MAKNA AL-FALAH DAN AL-FARAH DALAM TAFSIR RUH AL-MA'ANI (PENDEKATAN AL-WUJUH WA AN-NAZAIR)]]> Nela Rifqia Arifah Pengarang Maurisa Zinira, S.Thi., M.A Dosen Pembimbing 2 Dr. M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I Dosen Pembimbing 1 Dr. Ahsin Wijaya, Alh, M.Ag. Penguji 1 Arif Al-Wasim, S.Pt., M.S.I. Ketua Penguji Sawaun, Alh., S.Th.I., M.Hum Penguji 2
Kandungan dalam Al-Qur’an dapat dikaji dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan pendekatan al-wuju>h wa an-naz{a>ir. Pendekatan ini sendiri juga banyak dipakai oleh banyak mufassir. Salah satunya adalah penafsiran al-Alusi dalam kitab tafsirnya yang berjudul Ru >h { al-Ma'a >ni >. Al-wuju>h wa an-naz{a>ir adalah bagian dari Ulumul Qur’an yang berfungsi menjelaskan sebagian lafaz yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an kari dalam suatu tempat dengan makna yang berbeda ketika makna itu disebutkan pada tempat lain. Salah satu pembahasan yang terkait pendekatan ini adalah makna kata dari al-fala >h dan al-farah. Peneliti mengangkat pendekatan dari dua kata ini dengan mengambil persepsi dari tafsir Ru>h{ al-Ma'a>ni karya al-Alusi. Dengan pendekatan ini, dalam tafsirnya disebutkan bahwa al-falah dan al-farah memiliki makna yang sama yaitu kebahagiaan, dan bisa diartikan dengan makna lain jika kata ini terletak dalam kalimat dengan konteks yang berbeda. Kata kunci: Kebahagiaan, Al-Wuju>h wa An-naz{a>ir