<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1063">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERKAWINAN TRAH DARAH BIRU PADA BULAN MUHARRAM PERPSEKTIF 'URF (STUDI DI DESA TRAJI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asyiqotun Nadhifah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rohatun Nihayah, Alh, S.HI., M.S.I.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Akmal Bashori., S.H, M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksamawanti S.H.I., M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Macfudz Junaidi, M. H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Hukum Keluarga]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini membahas mengenai Tradisi perkawinan trah darah biru pada bulan Muharram. Perkawinan adalah suatu hajat yang mengandung makna sakral bagi masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa beranggapan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan perkawinan mempunyai nilai-nilai yang banyak mengandung pembelajaran bagi kehidupan. Di dalam agama Islam perkawinan dijadikan sebagai sarana untuk melangsungkan kehidupan dalam berkeluarga sesuai dengan syari’at Islam. Akan tetapi masyarakat Jawa mengenal bahwa dalam waktu tertentu ada waktu yang dianggap sebagai pantangan untuk melakukan perkawinan. Salah satu dari waktu tersebut adalah bulan Muharram. Masyarakat Jawa khususnya di Desa Traji Kecamatan parakan Kabupaten Temanggung masih menganggap bahwa bulan Muharram merupakan waktu pantangan untuk melakukan perkawinan bagi masyarakat biasa atau awam, namun diperbolehkan untuk masyarakat trah darah biru atau keraton. Masyarakat Desa Traji beranggapan bahwa apabila menikah di bulan Muharram akan mendatangakan musibah. Dari beberapa pokok permasalahan tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Desa Traji, dengan rumusan masalah berikut: 1. Bagaimana praktik tradisi perkawinan trah darah biru pada bulan Muharram di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung? 2. Bagaimana analisis ‘Urf terhadap tradisi perkawinan trah darah biru pada bulan Muharram di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung?. Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, ditemukan bahwa: pertama, tradisi perkawinan trah darah biru pada bulan Muharram telah ada sejak zaman kerajaan Mataram berkuasa di Temanggung, dan terakhir terjadi pada tahun 1925 Masehi. tradisi ini masih dipertahankan sampai sekarang oleh masyrakat Desa Traji. Hal ini dilakukan karena bulan Muharram masih dianggap sebagai bulanya keluarga keraton, dalam hal perkawinan bulan Muharram hanya diperbolehkan bagi mereka yang masih mempunyai ikatan keturunan darah biru atau keturunan keraton. Namun pada kenyataanya tradisi tersebut masih eksis sampai sekarang, bahkan tradisi tersebut sekarang menjadi sesuatu tradisi yang dilestarikan sebagai budaya lokal dengan adanya kirab pengantin setiap malam satu Muharram. Tradisi kirab Pangantin tersebut di mulai pada waktu kepemimpinan lurah kedua Desa Traji tepatnya tahun 1969 Masehi.  Kedua, perkawinan trah darah biru presfektif ‘urf termasuk dalam ‘urf sahih dan ‘urf khash.

Kata Kunci: Perkawinan, Trah darah biru, Bulan Muharram.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Hukum Keluarga Islam]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[74230]]></ministry><studentID><![CDATA[2018060030]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221122]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum Keluarga Islam]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[FSH-HK 695 ASY P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3896" url="" path="/Skripsi_2018060030_Asyiqotun Nadhifah.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_2018060030_Asyiqotun Nadhifah.pdf]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_19.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1063]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-02-14 10:53:45]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-20 10:24:18]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>