<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1020">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MAKNA AYAT ISTIWA' DALAM KITAB TAFSIR AL-WASID KARYA WAHBAH AZ-ZUHAILI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Azzah Awaliyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sawaun,Alh,.S.Th.I., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arif Al Wasim, S.Pt., M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. M. Ali Mustofa Kamal, Alh., S.Th.I.,M.S.I</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Maurisa Zinira, S.Th.I., M.A.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Wonosobo]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Sains Al-Qur'an]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsi]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sesungguhnya ilmu mengenal Allah dan mengenal sifat-sifat-Nya adalah ilmu paling agung dan paling utama, serta paling wajib untuk didahulukan mempelajarinya atas seluruh ilmu lainnya, karena pengetahuan terhadap ilmu ini merupakan pondasi bagi keselamatan dan kebahagiaan hakiki, yang oleh karena itu ilmu Tauhid ini dikenal juga dengan nama Ilmu Ushul (pondasi agama). Dalam menerangkan persoalan sifat istiwa’ Allah, Asy-Syaikh Al Utsamin mengatakan bahwa partikel ىوس di dalam bahasa Arab ada 4 bentuk; tanpa imbuhan atau mujarradah, disertai imbuhan “ala” (ىلعىوتسا), dengan imbuhan “ila” (ىلإىوتسا), dan bersandingan dengan “waw”, tiga yang pertama terdapat di dalam Al Qur’an, dan masing- masing bentuk memiliki arti sendiri-sendiri. Namun yang paling banyak mendapat sorotan adalah yang kedua, yakni yang disertai dengan imbuhan “ala”.Di dalam al-Qur’an, kata istawa’ yang berkaitan dengan sifat Allah muncul sebanyak 9 kali, yaitu dalam QS.al-’Araf [7]: 54, QS. al-Furqan [25]: 59, QS. Thaha [20]: 5, QS. Yunus [10]: 3, QS.Fushilat  [41]:  11, QS. al-Sajdah  [32]:  4,  QS.  al-Baqarah  [2]:  29, QS. al-Hadid [57]: 4 dan QS. al-Ra’d [13]: 2. Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti objek yang alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen kunci sehingga peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis datanya bersifat induktif dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Kata istiwa’ dalam bahasa Arab membawa pelbagai makna. Diantaranya “menaiki” sebagaimana dalam Q.S al-Zukhruf: 13, “sama/sepadan” sebagaimana dalam Q.S al- Zumar: 9, “menuju sesuatu” sebagaimana dalam Q.S al-Baqarah: 29, “berada di atas atau tempat yang tinggi” sebagaimana dalam Q.S al-Mu’minun: 28, “sempurna” sebagaimana dalam Q.S al-Qasas: 14, “lurus dan tegak” sebagaimana dalam Q.S al- Fath: 29, dan “bertempat” sebagaimana dalam Q.S Hud: 44. Kata istiwa’ tidak hanya bermakna “bersemayam atau bertempat”. Dalam  Tafsīr  Al-Wasīṭ   surat thaha ayat 5 di Tafsīrkan Kita mengimani lafald istawa dengan makna tanpa keserupaan dengan makhluk,tanpa contoh,kelemahan,menyimpang,tanpa keadaan dan tanpa keterbatasan. Allah adalah dzat yang menurunkan alquran.begitu pula dia juga menguasai langit-langit, bumi dan seisinya.

Kata Kunci : Tafsīr , Istiwa’, Al-Wasīṭ</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><ministry><![CDATA[76231]]></ministry><studentID><![CDATA[2015080042]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[UNSIQ Repository Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[FSH-IQT 657 AZZ M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4223" url="" path="/Skripsi_2015080042_Azzah Awaliyah.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Skripsi_2015080042_Azzah Awaliyah.pdf]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_48.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1020]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-02-14 08:23:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-06-26 15:34:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>