Alamul Masrur
Pengarang
Sawaun, Alh., S.Th.I., M.Hum
Dosen Pembimbing 2
Dr. M. Ali Mustofa Kamal, AH, S.Th.I, M.S.I
Dosen Pembimbing 1
Arif Al Wasim, M.S.I
Penguji 1
Ahmadiy, S.Th.i., M.Hum
Penguji 2
Al-Qur’an adalah kitab umat Islam yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Al-Qur’an telah turun ke muka bumi ini mengalami kurun waktu yang cukup lama, ketika penurunannya al-Qur’an banyak menyesuaikan kondisi sosial saat itu, dan banyak juga penurunannya tidak sesuai dengan kondisi sosial ketika itu, istilah ini disebut dengan Asbab an-Nuzul (sebab-sebab turunnya al-Qur’an). Salah satu contoh al-Qur’an turun ketika muncul permasalahan sosial mengenai kaya dan miskin yang sulit diartikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun dari perjalanannya hal tersebut sering menjadi sebuah kekeliruan dalam mengartikan. Oleh karena itu dengan adanya fenomena tersebut memunculkan para penafsir yang mencoba memberikan jalan terang dengan menafsiri ayat-ayat yang berkaitan permasalahan tersebut. Salah satu tokohnya yaitu Wahbah az-Zuhaili dengan kitab tafsir al- Munīr. Ada dua rumusan masalah yang akan dibahas, yaitu: (1) Bagaimana penafsiran kaya dan miskin dalam Tafsīr al-Munīr analisa Prof. Dr. Wahbah azZuhaili? Dan (2) Bagaimana kontekstualisasi penafsiran Prof. Dr. Wahbah azZuhaili dalam kehidupan sehari-hari? Dalam penelitian ini, kitab tafsir al- Munīr Wahbah az-Zuhaili lah yang menjadi data primer. Hasil pembacaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penafsiran Wahbah az- Zuhaili dan kontekstualisasinya terhadap kehidupan sehari-hari sangatlah memberikan gambaran dengan jelas mengenai kaya dan miskin, meskipun dari pembacaan penulis dasar-dasar yang digunakan dalam mencari referensi kaya dan miskin tidak mengambil dari kitab tafsir al- Munīr. Salah satu ayat yang membahas dalam kriteria-kriteria hal tersebut itu tertera dalam surat Ar-Rum ayat 37.
Kata Kunci: Kaya, Miskin, Tafsir al- Munīr Wahbah az-Zuhaili